Everyone is Connected

Jadwal Rilis Windows 10 Anniversary Update

Microsoft akhirnya mendedahkan tanggal pelancaran Windows 10 Anniversary Update, yang akan tersedia pada 2 August mendatang ke sekitar 300 juta perangkat yang sudah menjalankan Windows 10.

Resmi, Android N Bernama Nougat

Google mengumumkan nama resmi untuk sistem operasi baru, Android N. Nama yang akan disandangnya adalah "Nougat".Android Nougat dikenalkan oleh Google melalui akaun Snapchat

Bocoran Ini Ungkap Spesifikasi Galaxy Note 7

Beberapa bocoran soal Galaxy Note 7 sudah banyak beredar di internet. Pembocor ulung Evan Blass mengatakan

Inikah Wujud iPhone 7 Dengan Double Camera?

Bocoran awal soal iPhone 7 menyebut ponsel tersebut bakal menyematkan kamera lensa ganda

Terdedah Harga Lengkap iPhone 7

Bulan September nanti, Apple bakal melancarkan iPhone terbarunya. Terlepas rumor negatif yang belakangan beredar soal si iPhone '7', terdedah harga

Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

20160609

Android 7.0 N = New York Chessecake?


Youfacom.com - Teka-teki makna huruf N di belakang Android 7.0 akan terbongkar dalam waktu dekat. Google sendiri baru bakal mengungkapnya beberapa minggu ke depan, namun bocoran namanya sudah lebih dulu beredar. 

Berdasarkan spekulasi yang beredar, banyak yang mengatakan makna huruf N di belakang Android 7.0 berarti Nutella. Ya, ini adalah produk coklat yang cukup populer di Amerika Serikat dan dunia. 

Penggunaan nama Nutella juga bukannya tanpa alasan, di Android 4.4 pernah menggunakan nama KitKat yang juga produk cokelat ternama. Jadi Nutella dianggap memiliki peluang yang sama.

Namun tekaan ini boleh jadi salah, sebab di kalangan internal Google, ada nama lain yang jadi kandidat lain dari kepanjangan huruf N di Android 7.0. Bukannya Nutella, melainkan New York Cheesecake atau boleh juga disingkat sebagai NYC yang juga identik dengan New York City.

Tapi seperti Nutella, status New York Cheesecake juga masih sekadar tekaan. Sehingga sampai Google mengumumkannya, nama tersebut juga sebatas spekulasi.

Untungnya tak perlu berlama-lama memendam rasa penasaran, sebab Google melalui akaun Google+ sudah memastikan bakal mendedahkan kepanjangan di balik huruf N tak lama lagi.

Di event Google I/O beberapa waktu lalu Google membuat sayembara dengan mengajak pengguna untuk ikut menentukan nama yang pantas untuk Android 7.0 N. Boleh jadi raksasa internet ini sudah menemukan pemenangnya.d

20160519

Kejutan Google I/O 2016


Youfacom.com - Google I/O layak dinanti para penggila teknologi dunia. Pasalnya, di event tahunan ini Google sering membuat kejutan, versi Android terbaru misalnya. 

Android N pastinya menjadi bintang utama di acara Google I/O 2016. Namun selain itu Google ternyata telah menyiapkan sajian lain yang tak kalah membuat orang terkagum-kagum. Berikut di antaranya:

DayDream

Di Google I/O 2016, raksasa internet ini mulai serius menonjolkan teknologi Virtual Reality (VR). Kalau selama ini perkembangan VR terfragmentasi oleh tiap-tiap vendor, Google ingin menyatukannya lewat sebuah platform yang dinamai DayDream. Platform ini nantinya akan berfungsi layaknya Android Wear di smartwatch.

Headset VR Sungguhan

Tak cuma itu, keseriusan Google di segmen VR juga dibuktikan lewat rencana Google yang ingin membuat headset VR sungguhan. Jadi lupakan Cardboard, karena Google menyiapkan headset yang lebih baik dari itu. Semoga saja harganya cukup masuk akal.

Pesan instant Allo

Lanjut ke aplikasi sosial, Google akhirnya sadar kekuasaan WhatsApp dan yang lain sudah harus diperhitungkan. Google memang sudah punya hangout, tapi layanan pesan ini tak cukup kuat untuk melawan pesaingnya. Google I/O pun jadi tempat kelahiran Allo, layanan pesan instant  yang benar-benar disiapkan khusus untuk membabat WhatsApp cs. Berhasil atau tidak? Tentu perlu dibuktikan nanti.

Duo, Aplikasi FaceTime ala Google

Tapi Allo bukan satu-satunya yang disiapkan Google. Ada juga yang namanya Duo, namun layanan ini punya misi berbeda dengan Allo. Duo digarap Google untuk sebagai penantang FaceTime kepunyaan Apple. Layaknya iDevice, mungkin Duo ini akan jadi fitur standar yang bakal hadir di tiap perangkat Android.

Google Home

Sudah cukup terkejut dengan kejutan yang ada di Google I/O? Masih ada lagi, Google juga mengumumkan yang namanya Google Home. Ini merupakan semacam sistem pintar untuk rumahan, Google Home menerima perintah dari pengguna melalui sebuah microphone yang dibenamkan di beberapa bagian vital rumah.

Selanjutnya platform yang sejatinya berbasis dari Google Now ini akan menyampaikan jawaban yang ditanya pengguna lewat sebuah speaker pintar berbentuk silinder kecil. Google Home sendiri mengusung standar Chromecast, jadi bagi yang biasa pakai Chromecast seharusnya tak perlu banyak adaptasi.

Google Assistant

Google Assistant yang identik dengan Google Now juga mendapat sentuhan. Google mengklaim asisten digital besutannya itu sekarang lebih pintar. Google Assitant yang lebih baik ini juga merupakan bagian dari Google Home dan layanan pesan instan Allo.

Android N Masuk Versi Beta

Bagaimana dengan Android? Sejatinya versi baru OS bikinan Google ini sudah tak lagi mengejutkan. Tapi kini OS yang punya kode Android N kini sudah selangkah lebih maju, karena statusnya sudah masuk versi Beta. Artinya OS sejuta umat ini sudah tinggal menunggu versi finalnya untuk dibenamkan di ponsel-ponsel terbaru.

Android Wear

Segmen wearable juga tak dilupakan Google. Platform Android Wear kini masuk generasi kedua, yang dinamai Android Wear 2.0. Sejatinya tak banyak yang berbeda dengan generasi sebelumnya, namun Google menambahkan fitur-fitur yang membuatnya tak perlu selalu bergantung dengan ponsel.

Selain itu Android Wear sekarang juga punya keyboard qwerty yang tentu saja tampilannya sangat kecil.

Android Auto Makin Canggih

Platform Android Auto juga mendapat sentuhan. Sekarang Google membenamkan Waze ke dalam Android Auto. Praktis penggunanya bakal boleh mendapatkan notifikasi secara real-time kalau-kalau ada kecelakaan yang menghadang di perjalanan.

Ditambah lagi Android Auto kini juga boleh terhubung via WiFi dari ponsel, sehingga pengguna tak perlu susah lagi menghubungkannya lewat jalur USB.

Streaming Aplikasi Android

Yang terakhir sekaligus yang paling menarik. Pengguna perangkat Android bakal boleh menjalankan aplikasi Android tanpa harus menginstalnya. Jadi Google memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi secara streaming.

Tapi ini sebenarnya bukan hal yang baru, sudah banyak pengembang aplikasi yang menawarkan hal semacam ini sejak lama, misalnya Microsoft lewat Office 365 besutannya. Namun hal ini jadi menarik ketika Google mengumumkannya untuk Android. Berapa banyak pengguna Android di dunia saat ini?

20160430

Google Play Boleh Detection Iklan di Aplikasi


Youfacom.com - Google melakukan pembenahan pada store aplikasinya Play Store. Melalui update terbarunya raksasa teknologi itu menghadirkan fitur dimana pengguna Play Store boleh mengetahui aplikasi yang mengandung iklan.

Sebagaimana diketahui, ada dua jenis aplikasi yang hadir di macam-macam store aplikasi, yakni aplikasi gratis dan aplikasi berbayar. Meski gratis, developer aplikasi itu tetap boleh mendapat keuntungan.

Cara yang dilakukan biasanya dengan memberikan item berbayar di dalam aplikasi (in-app purchase) dan atau menyesaki aplikasinya dengan berbagai macam iklan. Pun begitu, bagi sebagian orang terkadang iklan di dalam aplikasi sangat mengganggu dan mengacaukan pengalamannya dalam menggunakan aplikasi.

Karenanya, kini Google ingin memperingatkan penggunanya bahwa aplikasi yang akan didownload mengandung iklan atau tidak. Sumber dari Ubergizmo, Sabtu (30/4/2016), tak cuma pemberitahuan iklan, di sampingnya juga terdapat pemberitahuan mengenai in-app purchase.

Dengan demikian, bagi Anda yang tak ingin merasa terganggu dengan iklan, ada baiknya membaca notifikasi sebelum mendownload. Atau memang Anda tidak ada pilihan lagi selain menikmati iklan yang tersedia.d

20160307

Inikah Tampilan Android N?


Youfacom.com - Sistem operasi terbaru "Android N" diwar-warkan akan meluncur pada ajang tahunan Google I/O, Mei 2016 mendatang. Meski masih dua bulan lagi, screenshot tampilan Android N sudah beredar di jagat maya. 

Perubahan tampak pada tampilan notifikasi (notification) dan penyetelan (settings), sebagaimana dilaporkan AndroidPolice, Senin (7/3/2016).



Pada Android saat ini, notifikasi yang digulirkan akan memperlihatkan sekat berjarak pada tiap-tiap seksi. Sementara pada screenshot Android N, sekat itu dilebur menjadi satu bagian yang hanya dipisah garis tipis. Ikon aplikasi pun dibuat lebih kecil. 



Tampilan penyetelan cepat (quick settings) juga sedikit berubah. Seperti notifikasi, sekat-sekat yang membatasi tiap menu juga direduction 

Ada tombol "edit" dipatrikan pada pojok kanan bawah. Hal tersebut mengindikasikan Android N bakal meningkatkan kemampuan personalisasi pada antarmuka smartphone. 



Pada setting utama (main settings), Android N menempatkan papan status di bagian teratas. Opsi itu memungkinkan pengguna berpindah mode ke "do not disturb" dengan lebih cepat menggunakan menu drop-down. 

Lagi-lagi, sekat pada tiap-tiap menu setting dihapuskan. Yang ada hanya sekat antarbagian (wireless&networks, device, personal). 

Tiap menu juga memperlihatkan tulisan status di bawahnya. Misalnya kondisi baterai, penggunaan data, dan status layar.

Pelbagai perubahan tersebut masih bersifat sementara. Apakah sama dengan hasil akhir? Kita tunggu saja pada peluncuran May mendatang.k

20160110

Terkait Malware, 13 Aplikasi dihapus dari Google Play Store


Youfacom.com - Semakin canggihnya teknologi, membuat berkembangnya perangkat lunak berbahaya atau malware juga meningkat. Malware sendiri merupakan perangkat lunak yang diciptakan untuk merusak sistem atau jaringan komputer dari pemiliknya. Bukan hanya aplikasi komputer, malware juga kini masuk ke aplikasi di smartphone seperti di Android dan iOS.

Baru-baru ini, 13 aplikasi yang disebut dengan Brain Test dihapus dari Google Play Store karena terkait dengan malware. Aplikasi ini memang tampak tidak berbahaya bagi pengguna dan sistem operasi Android itu sendiri, tetapi sebenarnya melakukan hal-hal yang mengerikan.

Jika diinstal ke perangkat Android, aplikasi ini akan mencoba untuk mendapatkan akses ke root. Selain itu, aplikasi tersebut juga akan menginstal aplikasi lainnya yang sama-sama terinfeksi malware ke smartphone, tanpa sepengetahuan pemiliknya karena aslinya 13 aplikasi ini sebenarnya adalah games.

Aplikasi berbahaya ini juga boleh mendapatkan ulasan palsu di Google Play Store agar menarik pengguna Android lain menginstal aplikasi tersebut. Jika Anda sudah terlanjur menginstal aplikasi ini, reset kilang pun juga tidak akan boleh menghapusnya karena telah mengakar di smartphone. Bahkan jika sudah berada di smartphone dalam waktu yang lama, risikonya boleh semakin besar.

Beberapa di antara 13 aplikasi ini sudah di instal oleh lebih dari 500.000 perangkat mobile dengan rating palsu 4.5. Berikut 13 aplikasi Android berbahaya yang telah dihapus dari Google Play Store, pastikan tidak ada satupun yang ada di smartphone Anda.m