Everyone is Connected

Jadwal Rilis Windows 10 Anniversary Update

Microsoft akhirnya mendedahkan tanggal pelancaran Windows 10 Anniversary Update, yang akan tersedia pada 2 August mendatang ke sekitar 300 juta perangkat yang sudah menjalankan Windows 10.

Resmi, Android N Bernama Nougat

Google mengumumkan nama resmi untuk sistem operasi baru, Android N. Nama yang akan disandangnya adalah "Nougat".Android Nougat dikenalkan oleh Google melalui akaun Snapchat

Bocoran Ini Ungkap Spesifikasi Galaxy Note 7

Beberapa bocoran soal Galaxy Note 7 sudah banyak beredar di internet. Pembocor ulung Evan Blass mengatakan

Inikah Wujud iPhone 7 Dengan Double Camera?

Bocoran awal soal iPhone 7 menyebut ponsel tersebut bakal menyematkan kamera lensa ganda

Terdedah Harga Lengkap iPhone 7

Bulan September nanti, Apple bakal melancarkan iPhone terbarunya. Terlepas rumor negatif yang belakangan beredar soal si iPhone '7', terdedah harga

Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

20160624

Pengguna Android Hati-Hati "Godless" Virus Terbaru Sangat Berbahaya


Youfacom.com - Data riset dari blog keamanan siber Trend Micro baru saja mengungkap hal mengejutkan bagi pengguna smartphone Tanah Air. Bagaimana tidak, data itu menunjukkan aktiviti virus smartphone Android yang menyerang.

Virus Android itu adalah "Godless" versi baru yang menyerang smartphone yang berjalan dengan OS Android Lollipop 5.1. Godless ternyata ditemukan di banyak store aplikasi, termasuk Google Play Store. Artinya, sekitar 90 persen gadget Android di dunia kini sudah terserang Godless.

Trend Micro menambahkan bila saat ini diperkirakan ada lebih dari 850 ribu gadget di dunia yang terjangkit Godless. Kabar buruknya, India dan Indonesia ada di posisi kedua negara dengan jumlah korban Godless terbanyak. Berikut prosentase korban serangan Godless di 5 negara dengan korban terbanyak.

  1. India: 46,19 persen
  2. Indonesia: 10,27 persen
  3. Thailand: 9,47 persen
  4. Filipina: 6,31 persen
  5. Malaysia: 5,01 persen

*Total gadget terinfeksi > 850 ribu

Godless sendiri adalah malware yang memiliki alat untuk me-root sistem operasi Android. Hal ini memungkinkan Godless melakukan rooting tanpa disadari oleh pengguna. Setelah proses root selesai, si hacker pengirim Godless boleh memasang aplikasi berbahaya lain termasuk memata-matai pengguna.

Untuk menghindari serangan Godless, Trend Micro menyarankan pengguna untuk memasang anti virus terpercaya. Selain itu sangat penting untuk tidak memasang aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.

20160326

Video: Bug Android ini Mungkinkan Hacker Bobolkan Smartphone Dalam 10 Seconds!


Youfacom.com - Masih ingat dengan bug Stagefright, kesalahan sistem yang membuat hacker mampu meretas smartphone hanya dengan satu buah pesan? Tahun 2015 lalu, bug ini membuat Google harus menerbitkan update terbesar dalam sejarah.

Nah, di bulan March ini, bug Stagefright muncul kembali. Tetapi bukan Stagefright yang sudah dibasmi Google, melainkan versi barunya yang bernama 'metaphor'.

Celakanya, metaphor tidak jauh berbahaya dari Stagefright. Bug ini memungkinkan hacker untuk meretas smartphone Android hanya dalam waktu 10 detik saja!

Metaphor dapat dipakai untuk menjebak pengguna mengunjungi website milik hacker yang berisi file berbahaya. Sekali si pengguna mendownload salah satu file di website itu, virus yang ada langsung menginfeksi smartphone dan mengakses data-data di dalamnya. Dengan begitu, si hacker dengan mudah mengontrol semua isi smartphone korban.

Bahkan, menurut NorthBit, lembaga keamanan siber yang menemukan bug ini, mengatakan bila metaphor adalah bug paling berbahaya yang pernah ditemukan. Bug ini diklaim mengancam jutaan smartphone Android di luar sana. Sebagai bukti, NorthBit telah mengunggah betapa cepatnya metaphor digunakan untuk meretas smartphone Android.


20151024

87% Smartpone Android Rentan Bahaya!


Youfacom.com - Penelitian membuktikan bahwa perangkat Android sangatlah berbahaya bila dilihat dari segi keamanan data. Dan hal ini bukanlah sebuah lelucon, tetapi sudah melalui penelitian mendalam.

Riset ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge pada beberapa perangkat. Mereka menganalisis lebih dari 20.000 smartphone dari berbagai merek dan menemukan bahwa 87,7% perangkat Android yang diteliti dikategorikan rentan terhadap paling tidak satu jenis kerentanan yang bahaya.

Menurut Kaspersky Lab yang mengungkapkan data tersebut, hal mengerikan ini muncul sebagai fakta tambahan dari sebuah penelitian yang pada awalnya bertujuan untuk menemukan perangkat jenis apa yang memiliki tingkat keamanan terbaik.

"Penelitian ini dilakukan dengan bantuan orang–orang biasa dengan smartphone mereka masing–masing. Para peserta menyetujui penggunaan aplikasi khusus bernama Device Analyzer dari Google Play. Aplikasi ini membantu untuk mengetahui seberapa tahankah smartphone terhadap serangan yang berdampak luas dengan cara mengirimkan data ke perangkat lunak di masing-masing perangkat," lanjut Kaspersky, dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2015).

Tidak semua kerentanan diperhitungkan melainkan hanya yang benar-benar mengeksploitasi secara wireless. Dari kesemuanya ada 32 jenis yang bahaya, namun hanya 11 bug yang boleh diterapkan ke semua perangkat, dan diperhitungkan sepanjang percobaan untuk menghasilkan hasil yang adil.

Untuk mengukur tingkat keamanan dari berbagai vendor Android, tim peneliti Cambridge memperkenalkan indeks FUM. Singkatan ini bermakna sebagai berikut:

-. F (free): Perangkat yang bebas dari kerentanan bahaya setelah melewati pengujian.
-. U (update): Perangkat dari vendor tertentu, yang menggunakan versi terbaru dari Android.
-. M (mean): Rata–rata jumlah kerentanan unpatched di smartphone yang tidak mendapatkan pembaharuan dari vendor tertentu.

Dalam jangka waktu 4 tahun (dari July 2011 hingga 2015), tingkat mean dari indeks FUM untuk seluruh perangkat Android mengalami penurunan yang mengerikan –2,87 dari 10. Smartphone yang paling aman, seperti diperkirakan, adalah Google Nexus. Hal ini tentunya tidaklah mengherankan mengingat Google memperhatikan patching terhadap perangkatnya sendiri.

"Namun ada hal yang cukup meresahkan dari penelitian ini yaitu pengecualian secara sengaja terhadap smartphone jenis Huawei, Lenovo dan Xiaomi. Meskipun jenama ini menurut IDC analytics menduduki posisi kedua, ketiga dan keempat dalam peringkat penjualan terlaris smartphone Android," ungkap Kaspersky.

Memang, harus diakui juga jika penelitian ini belum dapat dikategorikan sebagai sebuah penelitian yang adil dan mutakhir, namun hal ini tidaklah mengurangi tingkat kepentingan dari penelitian tersebut. "Para peneliti mampu menyajikan gambaran holistic (dan mungkin suram) dari ekosistem keamanan dan memberikan perhatian khusus kepada permasalahan umum di domain infosec," Kaspersky menambahkan.

"Kita harus mengakui bahwa Android merupakan sistem yang sangat lemah. Hal ini akan terus seperti itu, kecuali Google mengubah OS serta model distribusi untuk memungkinkan adanya mekanisme update yang simultan, regular serta vendor-agnostic untuk memudahkan pengguna dalam pengurusan keamanan perangkat mereka," lanjutnya.

Namun hal apakah yang dapat dilakukan oleh para pengguna untuk meyakinkan bahwa perangkat mereka terlindungi? Berikut beberapa tips mudah dari Kaspersky Lab:

1. Pasang pembaharuan (update) sesegera mungkin bila sudah tersedia. Jangan menunda apalagi mengabaikannya.

2. Download aplikasi yang berasal dari sumber terpercaya dan berhati–hatilah terhadap situs yang nakal. Hal ini tidak menjamin Anda terhindar dari masalah keamanan, namun cara tersebut merupakan salah satu cara untuk menghindari beberapa ancaman tertentu.

3. Gunakan solusi keamanan–bila vendor smartphone Anda lambat dalam melakukan patch keamanan serta menyelamatkan penggunanya dari eksploitasi, syarikat antivirus mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.

4. Dan cobalah untuk selalu mendapatkan informasi terbaru: bacalah berita – berita mengenai keamanan. Jika tidak, maka Anda tidak akan pernah tahu, sebagai contoh, lebih baik menonaktifkan mendownload MMS standar untuk menghindari masalah yang terkait dengan kerentanan Stagefright.d

20150902

Pakai iPhone Jailbreak? Hati-Hati Ancaman Malware KeyRaider


Youfacom.com - Jika anda suka jailbreak iPhone? Mulai sekarang baiknya pikirkan dulu sebelum melakukannya, karena telah ditemukan sebuah malware yang mampu memberikan ancaman serius bagi pengguna iPhone jailbreak.

KeyRaider, demikian nama malware yang dimaksud. Tercatat sudah ada sekitar 225 ribu Apple ID yang berhasil dibobol oleh malware ini. Parahnya lagi, seluruh Apple ID tersebut juga dilaporkan 100% kena aksi fraud.

Malah di beberapa kes, iPhone jailbreak yang terinfeksi KeyRaider tak boleh di-unlock. Ada laporan si penyebar malware meminta tebusan kepada si pemilik iPhone kalau ingin ponselnya boleh diakses kembali. Bila tidak, tentu si pengguna terpaksa melakukan install ulang. Yang mana hal ini boleh semua data yang ada di iPhone tersebut berpotensi hilang.

Dengan melakukan jailbreak, sebuah iPhone memang jadi boleh melakukan hal yang tadinya dibatasi. Namun bersamaan dengan itu data-data penggunanya seperti Apple ID dan password-nya juga jadi minim perlindungan.

Tak cuma itu, bahkan malware juga boleh membobol identiti unik kepunyaan iPhone, sertifikat keamanan dan kunci untuk mengatur notifikasi push iPhone. Sehingga si penyebar malware boleh memberikan notifikasi palsu yang mampu menipu pengguna.

Terlebih lagi, iPhone jailbreak yang terkena KeyRaider juga boleh dicuri data AppStore-nya. Untuk kemudian datanya dipakai oleh si penyebar malware untuk download apapun di AppStore secara gratis sesukanya. Akhirnya tagihan kad kredit pengguna akan melambung.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Apple terkait KeyRaider, atau pun rencananya merilis patch untuk menangkal serangan KeyRaider agar tak semakin meluas.d

20150831

Daftar Smartphone yang Bebas dari Bug Berbahaya 'Stagefright'


Youfacom.com - July lalu, pakar keamanan gadget dari Zimperium melaporkan penemuan bug kerusakan sistem paling berbahaya di sistem operasi Android. Sebulan pasca ditemukannya bug itu, pengilang smartphone pun ramai-ramai menerbitkan perlindungan keamanan terhadap Stagefright.

Perlu diketahui, bug bernama Stagefright itu terdapat di software media playback dari Android. Sekitar 950 juta perangkat Android disebut boleh dieksploitasi lewat bug itu.

Berikut daftar gadget mobile buatan Motorola, Google, Samsung, Asus, Alcatel, LG, dan One Plus yang sudah mendapatkan patch perbaikan keamanan tersebut.

  • Moto G 2015
  • Moto X Play
  • Moto X Style
  • Nexus 6
  • Nexus 5 Google
  • Nexus 4 Google
  • Nexus 7 2013 Wi-Fi
  • Nexus 7 2013 LTE
  • Nexus 9 LTE and Wi-Fi
  • Nexus 10
  • Samsung Galaxy S6
  • Samsung Galaxy S6 edge
  • Samsung Galaxy S6 Active
  • Samsung Galaxy S5 Active
  • Samsung Galaxy S5 Sport
  • Samsung Galaxy S5
  • Samsung Galaxy S4
  • Samsung Galaxy S4 Mini
  • Samsung Galaxy S3
  • Samsung Galaxy Note 4
  • Samsung Galaxy Note Edge
  • Samsung Galaxy Note 3
  • Samsung Galaxy Mega
  • Samsung Galaxy Grand Prime
  • Samsung Galaxy Tab S
  • Samsung Galaxy Tab 4 10.1
  • Samsung Galaxy Tab 3
  • Alcatel OneTouch Idol 3 Source
  • ASUS ZenFone 2 ASUS
  • OnePlus One OnePlus
  • HTC One M9
  • HTC One M8
  • HTC One E8
  • HTC One M7
  • HTC Desire 510
  • LG G Flex 2
Sumber: Android Central

20150807

Hacker Intai iPhone untuk Masukkan Aplikasi Mata-mata



Youfacom.com - Sistem operasi iOS dianggap lebih aman dibandingkan Android. Tidak terbantahkan memang, namun bukan bearti iOS jauh dari ancaman kenakalan hacker. Lewat celah keamanan, mereka dapat menginstal aplikasi berbahaya tanpa pengguna iOS menyadarinya.

Ancaman keamanan tersebut diungkap lembaga keamanan FireEye. Mereka mengatakan kerentanan ini semasif Stagefright pada Android, jadi masuk kategori berbahaya.

Pasalnya, hacker dapat membuat iPhone terdownload aplikasi berbahaya dan diam-diam mereplikasi suatu aplikasi yang telah terinstal di dalamnya. Aplikasi berbahaya tersebut kemudian dapat digunakan hacker untuk berbagi keperluan tanpa sepengetahuan pemilik iPhone.

Mengerikannya lagi, ungkap FireEye, para hacker tersebut dapat mengaktifkan fungsi silent tambahan. Sehingga mereka dapat mengintai percakapan, penguploadan data pribadi ke server yang dikendalikan oleh hacker.

Lantas bagaimana para hacker dapat memasuki iPhone? FireEye mengatakan para hacker dapat menerobos sistem keamanan Apple lewat serangan Masque. Di mana saat pengguna mengklik suatu link, iPhone tanpa sadar ditipu dan mengakses ke suatu tempat yang dianggap App Store.

"Jika Anda mengklik pada link di ponsel untuk menginstal aplikasi. Maka setiap aplikasi Anda boleh diganti dengan versi berbahaya. Ini boleh terlihat identik dengan aplikasi standar tetapi memiliki fungsi tambahan," ujar Simon Mullos, Global Technical Lead FireEye sumber dari Business Insider, Jumat (7/8/2015).

"Setelah terinstal, aplikasi berbahaya tersebut dapat membajak komunikasi yang digunakan oleh aplikasi yang sah dan mencuri informasi, seperti login," lanjut Simon.

Pihak FireEye sendiri, kata Simon, belum menghitung jumlah iPhone yang telah terinfeksi Masque ini. Menurut perkiraan mereka jumlahnya masih sedikit.

Seperti diketahui serangan Masque ditemukan oleh lembaga keamanan Hacking Team yang mengembangkan sistem keamanan untuk pemerintahan. Ironisnya mereka juga berhasil diserang Masque dan sebanyak 400 GB data berhasil dicuri.

Pihak Apple sendiri telah diinformasikan mengenai celah keamanan ini. Namun belum secara resmi menanggapinya.d